Jokowi: tiap hari ngomong bocor, memangnya pompa air

Pontianak (ANTARA News) – Kandidat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengomentari pernyataan lawan debatnya tadi malam, Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subiyanto.

"Tadi malam nonton debat tidak? Bagus tidak? Masa debat tiap hari isinya bocor terus, memangnya pompa air?" kata Jokowi di hadapan ribuan warga transmigran di Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengatakan akan melakukan perlawanan jika kampanye negatif terus ditujukan padanya.

"Kalau saya hitung sudah ada 23 isu jelek tentang saya. Untung saya sabar. Tapi sabar kan ada batasnya. Kalau terus-terusan dijelek-jelekkan ya akan kita lawan. Jangan dipikir badan saya kurus lalu saya dikira penakut. Ndak," katanya.

Jokowi dijadwalkan mengunjungi beberapa tempat di Kalimantan Barat.

Jokowi tiba di Bandara Supadio Pontianak sekitar pukul 15.45 WIB. Jokowi dan disambut dengan diberi kopyah dan syal manik-manik khas Suku Dayak warna oranye dan kuning. Jokowi langsung menuju Rasau Jaya untuk menemui warga transmigran.

Selanjutnya, Jokowi akan menghadiri konsolidasi tim pemenangan dengan tokoh masyarakat di Gedung PCC, Pontianak.

Setelah itu, Jokowi menuju Rumah Adat Pontianak untuk bertemu relawan.

Hari ini Jokowi juga akan berkunjung ke kediaman KH Alwi Wahab di Jalan Wahid Hasyim. Kemudian Jokowi akan bersilaturahmi dengan 1.500 orang kyai se-Kalimantan Barat.

Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasang kandidat presiden dan wakil presiden, Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

http://www.antaranews.com/pemilu/berita/440539/jokowi-tiap-hari-ngomong-bocor-memangnya-pompa-air

Di Balik Naik dan Turunnya Popularitas Dua Capres

Jokowi

Jokowi

Oleh Isyana Artharini | Newsroom Blog

Yahoo Indonesia – Persaingan Prabowo dan Jokowi dalam meraih kursi kepresidenan semakin ketat, malah Prabowo bisa saja menjadi kandidat favorit dengan peluang besar untuk menjadi presiden Indonesia berikutnya, sesuatu yang tidak terbayangkan sebulan lalu.

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

Peneliti Program Asia Timur untuk Lowy Institute for International Policy Aaron L Connelly dalam tulisannya, “Indonesian election: Prabowo now the favourite”, mengatakan, bahwa Prabowo mengejar ketertinggalannya dari Jokowi. Jika persaingan kedua kandidat capres ini betul-betul ketat, maka Prabowolah pihak yang diuntungkan.

Alasannya, menurut Connelly, pemimpin partai di tingkat lokal yang sampai sekarang “main dua kaki” akan langsung melompat ke gerbong Prabowo yang kini mendapat momentum. Begitu juga dengan para pengusaha yang akan memilih untuk menyumbang pada mesin kampanye Prabowo (yang sebenarnya tak kekurangan uang).

Connelly juga bertanya kenapa tiga lembaga survey yang biasanya menjadi referensi karena angka-angkanya yang akurat — CSIS, SMRC, dan Indikator — belum mengeluarkan hasil polling yang dilakukan dengan metode wawancara tatap muka mengenai dua kandidat capres dalam sebulan terakhir.

Menjawab pertanyaan Yahoo Indonesia lewat email, Connelly mengatakan bahwa, “Sangat tidak biasa bagi lembaga polling terkemuka di negara manapun jika mereka tidak mengeluarkan hasil jajak pendapat pada sebulan menjelang pemungutan suara. Wawancara telepon tidak akan memberikan hasil akurat di Indonesia, karena berbagai faktor sosial ekonomi, jadi wawancara tatap muka adalah satu-satunya cara untuk mendapat gambaran akurat soal kondisi persaingan dua kandidat.”

Dalam tulisannya, Conelly menduga bahwa fakta ketiganya terafiliasi dengan kubu Jokowi bisa jadi salah satu alasan mereka ‘diam’. Tetapi ia juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa lembaga-lembaga survey ini menahan diri untuk mengeluarkan angka polling yang sebenarnya menunjukkan popularitas Prabowo terus menanjak naik.

“Apakah lembaga-lembaga ini menahan hasil jajak pendapat yang menunjukkan kenaikan popularitas Prabowo yang lebih tinggi dari yang sebelumnya dilaporkan?”

“Mungkin mereka berasumsi bahwa jika mereka menunjukkan hasil polling yang sangat ketat atau dengan Prabowo memimpin, maka partai di tingkat daerah akan berlomba untuk menyatakan dukungan untuk Prabowo. Kader Golkar di tingkat provinsi dan kabupaten sudah diinstruksikan untuk mendukung Prabowo, sesuai afiliasi resmi Golkar, tapi mereka sering merasakan kedekatan kuat dengan cawapres Jokowi, mantan ketua partai, Jusuf Kalla. Banyak yang, jika melihat hasil polling yang tak positif, akan memilih untuk naik gerbong kemenangan sebelum terlambat. Dalam persaingan yang ketat, mesin partai Golkar bisa menjadi kunci kemenangan.”

Selain itu, ada juga faktor bahwa Prabowo memenangkan ‘perang media televisi’. Dua stasiun televisi besar yang bisa menjangkau 40% pemirsa mendukung Prabowo, sementara MetroTV yang mendukung Jokowi hanya punya jangkauan pemirsa 2%.

Kami menanyakan lebih lanjut pada Aaron Connelly tentang alasan di balik naiknya popularitas Prabowo sebagai kandidat capres dan turunnya popularitas Jokowi dalam wawancara via email di bawah ini.

Y(ahoo): Bagaimana Prabowo bisa meraih dan mempertahankan momentum popularitasnya? Anda menyebut soal kampanye Prabowo dengan pendanaan tak terbatas dan cara dia menguasai saluran televisi, tapi apa ada faktor lain?

Aaron Connelly (AC): Selain kampanyenya berdana besar dan tertata rapi, Prabowo juga menawarkan narasi yang menggambarkan Indonesia sebagai korban dari kekuasaan asing yang tak bernama. Kekuasaan asing ini digambarkan berkolusi dengan elite di Jakarta untuk memeras kekayaan nasional. Narasi ini bukannya tak punya cacat, tapi jelas-jelas menyentuh banyak orang Indonesia. Prabowo meyakinkan banyak orang bahwa hanya dia yang bisa menyelamatkan Indonesia dengan menerapkan sikap “tegas” dan tak banyak omong kosong.

Y: Jika pemilu digelar tiga bulan lalu, Jokowi mungkin akan menang, tapi, dalam opini Anda, apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir sehingga Jokowi kehilangan popularitasnya? Tidakkah PDIP belajar dari hasil pemilu legislatif yang tak sesuai harapan?

AC: Lagi-lagi, ini adalah peran kampanye media dan pendanaan, tapi yang terutama adalah tim Jokowi lambat bergerak setelah dari pemilu legislatif, salah satu sebabnya adalah ada banyak sekali perdebatan internal dalam PDIP sendiri tentang arah kampanye. Sementara PDIP sibuk meredakan perdebatan internal mereka pada April dan Mei lalu, Prabowo dan timnya membangun koalisi dari partai-partai politik yang mesin dan dominasi medianya tak tersaingi. Pada periode tersebut, mereka menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang tak punya ide untuk memajukan Indonesia. Saat tim Jokowi mulai memberikan gambaran akan sosoknya, itu sudah terlambat.

Saya tidak tahu apakah kubu PDIP belajar tentang hasil pemilu legislatif yang mengecewakan, tapi Megawati dan Puan terus-terusan mengecilkan peran Jokowi dalam partai saat pidato-pidato publik. Ini membuat orang berpikiran bahwa Jokowi akan merujuk ke Megawati saat menjabat presiden nanti, daripada dia sebagai pemimpin Indonesia dengan visi dan misinya sendiri. Tentu ini melukai posisinya di hadapan pemilih.

Y: Dalam tulisan, Anda juga menyebut soal Prabowo yang menganggap Jokowi sebagai kelas bulu soal kebijakan dan citra Jokowi tak pernah pulih dari posisi itu. Padahal, dalam tiga debat capres, Jokowi menunjukkan dirinya sebagai seseorang dengan kemampuan untuk mengomunikasikan ‘isu besar’ sementara Prabowo seolah tak punya visi dengan terus-terusan menyebut retorika ‘anggaran bocor’. Apakah menurut Anda penampilan Jokowi dalam debat-debat tersebut tak berpengaruh pada reputasinya?

AC: Jokowi memang menunjukkan dirinya punya pengetahuan mendetail soal kebijakan saat debat-debat tersebut, tapi penampilannya juga menunjukkan bahwa dia sangat kurang dalam kemampuannya berorasi. Sikap positif Jokowi seperti kesederhanaannya, kemampuannya mendengarkan, dan keramahannya, memang menjadi kekuatan saat ia melakukan ‘blusukan’ tapi tidak saat debat. Pada debat, jawaban singkat dan menohok lebih mengesankan buat pemilih. Fokus Prabowo pada beberapa pesan kunci, yang terus-terusan ia ulang, adalah strategi debat yang efektif.

Tulisan Aaron Connelly selengkapnya bisa Anda baca di sini.

https://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/di-balik-naik-dan-turunnya-popularitas-dua-capres-114800991.html

Agar Tidak Mudah Jatuh, SBY: Siapapun Presiden Terpilih Harus Tegar dan Kuat

Sekretariat Kabinet RI – Dalam sesi tanya jawab di acara pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI tahun 2014 yang dipimpin Panglima TNI Jendral Moeldoko, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditanya mengenai resepnya selama 10 (sepuluh) tahun memimpin negeri ini dengan berbagai cercaan, hinaan dan cacian, yang mungkin perlu dilakukan oleh Presiden RI yang akan terpilih dalam Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang.

Menurut SBY, siapapun presiden yang akan terpilih nanti, harus kuat, tegar dan sabar. “Sabar saja belum cukup, tetapi terus berikhtiar. Sabar, tegar, dan kuat, supaya tidak mudah jatuh di tengah jalan,” kata Presiden SBY dalam acara yang diselenggarakan di Bumi Maguwo Gedung Sabang Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Selasa (24/6) malam.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mendoakan siapapun yang akan terpilih dalam Pilpres mendatang, apakah Prabowo Subianto ataukah Joko Widodo (Jokowi), yang akan memimpin 250 juta penduduk Indonesia, akan sukses mengemban tugas.

SBY mengingatkan, Indonesia adalah negara yang besar, negara yang sedang menjalankan transformasi, dan sudah masuk radar dunia. Karena itu, siapapun yang akan menggantikan dirinnya sebagai presiden 4 (empat) bulan mendatang , harus terus berihtiar untuk melaksanakan program-programnya.

Ia menyebutkan, di tengah masyarakat yang kritis, yang terbuka, dan memiliki kebebasan berbicara, termasuk kebebasan pers, siapapun presiden terpilih harus siap mental. “Freedom is a becoming the rules of the day. Itu tidak mungkin dihindari. Inilah nilai dan norma demokrasi, yang penting pemimpin mengemban tugas sesuai ketentuan konstitusi ,” tutur SBY.

Menurut SBY, menghadapi gempuran, goncangan, hujatan, dan serangan apapun, presiden mendatang tidak perlu gentar. “Move on, the show must go on. Dengan keyakinan, tetapi dengan kerja keras, insya Allah semua akan bisa dicapai meskipun dalam kegaduhan politik di negeri ini,” ujarnya.

Saat memberikan pembekalan kepada Capaja TNI Angkatan 2014 itu, Presiden SBY antara lain didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Jendral Moeldoko, para Kepala Staf TNI, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (AK, SA, ES)

http://setkab.go.id/berita-13350-agar-tidak-mudah-jatuh-sby-siapapun-presiden-terpilih-harus-tegar-dan-kuat.html

Peretas Berita “Rakyat Palestina Doakan Jokowi” Gunakan PC

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara masih menelusuri siapa sebenarnya peretas berita Rakyat Palestina mendukung calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo.

Berita berjudul ‘Rakyat Palestina Doakan Jokowi’ tersebut diketahui muncul di portal daerah Antara Sulawesi Selatan dan Jogjakarta.

Pemimpin redaksi LKBN Antara Akhmad Kusaeni mengungkapkan, pihaknya sedang mencari siapa sebenarnya peretas tersebut. Tim teknik LKBN Antara pun memulainya dengan kemungkinan darimana peretas tersebut beraksi.

"Untuk sementara mereka menilai dilakukan pihak di luar sistem Antara. Dia menggunakan PC (Personal Computer) bukan mobile,"ujar Kusaeni saat dihubungi RoL, Senin (23/6).

Dia pun menjelaskan, Antara sedang melacak dimana posisi PC tersebut. Menurutnya, berita itu muncul pada Ahad (22/6) di Antara Sulawesi Selatan dan Jogjakarta. Kusaeni menjelaskan, pelaku masuk ke sistem webdesk portal daerah Antara yang sebenarnya sudah tidak digunakan saat ini.

http://m.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/06/23/n7mp29-peretas-berita-rakyat-palestina-doakan-jokowi-gunakan-pc#

Soal Video JK, Gerindra: Ucapan dan Tindakan Harus Konsisten

VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, angkat bicara terkait testimoni penolakan Jusuf Kalla atas pencapresan Joko Widodo. Dalam video berdurasi 3 menit 39 detik it, JK bahkan mengatakan hancur negeri ini jika Jokowi jadi presiden. Menurutnya, seorang politisi harus sinkron antara ucapan dan tindakan politiknya.

"Karena yang diperlukan rakyat sekarang ini antara omongan dan tindakan sama. Konsistensi itu harus dibangun," kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 Mei 2014.

Meski demikian, Muzani memastikan tim Prabowo Subianto – Hatta Rajasa tidak akan memanfaatkan kampanye negatif ini untuk meningkatkan elektabilitas pasangan yang mereka usung.

Tim Prabowo – Hatta akan berkompetisi dengan sehat dan membangun ide serta solusi yang baik. "Kami tak akan menggunakan itu sebagai cara untuk menjatuhkan pertarungan ini dan menaikkan sisi kami," kata dia.

Anggota Komisi Pertahanan DPR itu menyatakan bahwa Prabowo Subianto sejak awal selalu konsisten dalam ucapan dan perbuatannya. Prabowo juga berani mengambil risiko.

"Saya kira biarlah masyarakat yang menilai, tapi yang pasti kita harus mulai mentradisikan, sehingga konsistensi itu menjadi cermin cara dia dalam memimpin negara," kata dia.

http://politik.news.viva.co.id/news/read/507346-soal-video-jk–gerindra–ucapan-dan-tindakan-harus-konsisten

Mahfud MD Pikat Ulama Bondowoso Dukung Prabowo

VIVAnews – Tampilnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ternyata berpengaruh besar.

‘Mahfud MD Factor’ membuat sebagian besar ulama di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, merapat dan memilih Prabowo-Hatta.

"Kami secara kelembagaan tak memutuskan mendukung yang mana. Tapi teman-teman yang mendukung Prabowo-Hatta melihat faktor Pak Mahfud. Mungkin seratus persen kiai di Bondowoso ke Pak Prabowo, karena adanya Pak Mahfud," kata Ketua Tanfidz Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Bondowoso, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, KH Abdul Qodir Syam, Senin 26 Mei 2014.

Itu juga, karena Mahfud MD intensif menjalin komunikasi dengan para ulama di Bondowoso. Dengan demikian, saat terpilih menjadi ketua tim sukses Prabowo-Hatta, ia lebih mudah memobilisasi dukungan. Para ulama sendiri percaya terhadap kapasitas Mahfud.

"Tokoh sekaliber Pak Mahfud akan amanah, tanpa kami memberi pesan apa pun," lanjutnya.

Kemudian, dia menegaskan ulama NU di Bondowoso tidak berharap Mahfud akan mendapat jabatan strategis di pemerintahan sebagai imbal balik. Mereka yakin Prabowo-Hatta akan memberikan penghormatan yang layak buat Mahfud MD yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Apakah akan ada deklarasi dukungan ulama Bondowoso terhadap Prabowo-Hatta?

"Wah, kami yang di sini tidak biasa dengan hal semacam itu. Tetapi, juga terserah Pak Mahfud bagaimana sebaiknya," kata ulama tersebut.

http://politik.news.viva.co.id/news/read/507516-mahfud-md-pikat-ulama-bondowoso-dukung-prabowo